Bupati Labuhanbatu Resmikan POCADI RSUD Rantauprapat

Bupati Labuhanbatu, H.Andi Suhaimi Dalimunthe,ST.MT, didampingi Direktur RSUD Rantauprapat Dr.Syafril M.Harahap, S.Pb, dan Kepala Dinas Perpustakaan Ir LEO SUNARTA.M.MA meresmikan Pojok Baca Digital (POCADI) di gedung D RSUD Rantauprapat jalan KH.Dewantara Senin (25/1/2021).

Bupati Labuhanbatu,H.Andi Suhaimi Dalimunthe,ST.MT, dalam bimbingan dan arahannya menyebutkan, tujuan didirikanya pojok baca digital adalah untuk meningkatkan minat baca masyarakat labuhanbatu dan juga menghindari kerumunan ditempat ramai.

” Hingga hari ini bisa kita lihat, minat baca masyarakat sangatlah minim, dari itu pojok baca ini didirikan untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan menghindari kerumunan ditempat ramai”.

Disebutkan Bupati, pojok baca digital ini di buka untuk umum dihari jam kerja, ” siapapun boleh membaca disini, termasuk pegawai yang ada di rumah sakit ini” ujar Bupati.

Atas kinerja ini, saya ucapkan terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya, karena telah membuat inovasi-inovasi yang sangat bermanfaat bagi kita semua, “sekecil apapun inovasi -inovasi yang bermanfaat buat masyarakat harus kita lakukan, agar peran kita bisa dirasakan oleh mereka, dan mampu meningkatkan SDM Labuhanbatu”.tegas H.Andi.

Direktur RSUD Rantauprapat Dr.Syafril M.Harahap,S.Pb, dikesempatan itu menyampaikan, Didirikannya POCADI di RSUD ini sebagai upaya pencegahan kumpulan dikeramaian, dan mengisi waktu luang para keluarga pasien bahkan untuk para pegawai RSUD.

Diharapkan dengan pojok baca digital, Para tenaga medis meluangkan waktunya untuk mengabgret pengetahuanya dengan buku buku yang disajikan di pojok baca ini.ujarnya.

Disamping itu, Kepala Dinas Perpustakaan Ir LEO SUNARTA.M.MA,  menyebutkan, pendirian POCADI merupakan apresiasi dari perpustakaan nasional untuk kabupaten labuhanbatu, atas upaya yang dilakukan pemerintah kabupaten labuhanbatu membudayakan membaca kepada masyarakat.

Disebutkan Ir LEO SUNARTA.M.MA, selain sebagai upaya mengurangi kumpul- kumpul diharapkan POCADI dapat eksis di RSUD, dan menjadi tujuan mengisi waktu luang.menurut Leo, POCADI sendiri
di edukasikan di tempat-tempat keramaian, seperti Stasiun,terminal, dan rumah sakit.ucapnya.

Usai memberikan arahan, Bupati Andi melakukan pemotongan pita tanda diresmikannya POCADI, dan meninjau ruangan POCADI, dilanjutkan dengan menyapa para pasien yang ada di RSUD Rantauprapat.
Pocadi atau pojok baca digital diberikan oleh Perpustakaan Nasional kepada Kabupaten Labuhanbatu sebagai bentuk apresiasi ataupun eksistensi dari Perpustakaan Nasional terhadap Perpustakaan Labuhanbatu yang sudah berhasil untuk menjalankan program perpustakaan berbasis inklusi sosial serta mampu mereplikasi dari semula 6 Desa menjadi saat ini 10 desa ini adalah sebagai bentuk bentuk kepedulian dari Perpustakaan Nasional bahwa Labuhanbatu itu layak menerima bantuan pojok baca digital.
Pojok baca digital di mana Pocadi ini berfungsi untuk melayani masyarakat di tempat-tempat keramaian seperti Mal, Rumah Sakit, Catatan Sipil dan juga Samsat dan lain-lain yang pada dasarnya pojok baca pdigital ini melayani pemustaka ataupun masyarakat luas dengan mengakses buku-buku digital yang ada di server pocadi bisa diakses melalui handphone masing-masing tanpa menggunakan paket data Jadi ini ini sanngat membantu masyarakat untuk mendapatkan banyak ilmu pengetahuan dari buku-buku yang tersedia di perpustakaan ataupun di pojok baca digital, judul-judul yang disediakan di pojok baca Digital bermacam-macam dari segala jenis seperti pertanian, kedokteran, kesehatan, teknologi, agama, hukum dan lain-lain semua jenis tersedia jadi pemustaka dapat mengakses buku-buku lebih kurang sekitar 3 ribuan judul.
Kita harapkan masyarakat Labuhanbatu bisa menambah wawasan dan ilmunya lewat pojok baca digital, sayang sekali bila tidak dimanfaatkan, karena pocadi ini telah di dukung dengan perangkat komputer, televisi server, perangkat meja, sofa, karpet dan rak buku dan ini diberikan secara gratis oleh Perpustakaan Nasional kepada Kabupaten Labuhanbatu dan sudah selayaknya kita berbangga hati karena tidak semua Kabupaten mendapatkan bantuan pocadi ini. Tambahan untuk seluruh indonesia dialokasikan 90 kabupaten/ kota dan propinsi.

Menu